DANRAMIL HADIRI PENGAJIAN RUTIN HARI JUMAT

Cilongok – Bertempat di Aula Kantor Kec Cilongok Kab Banyumas, Danramil 23/Cilongok Kodim 0701/Banyumas Kapten Inf Subandi menghadiri pengajian setiap hari jum’at selama bulan suci romadhon 1440 H/2019 M. Jumat (24/05/2019)

Ustad Enjang dari Dosen IAIN Purwokerto dalam tausiahnya menyampaikan bahwa banyak ulama’ mengatakan di dalam bulan suci ramadhan mempunyai istilah-istilah penyebutan di antaranya Ramadhan bulan Jihad dan lain sebagainya.

“Tapi di dalam bulan suci ramadhan banyak masyarakat yang menyalah artikan seperti banyak masyarakat yang tidur sampai seharian. Banyak orang-orang mengkafirkan orang lain padahal yang berhak mengkafirkan manusia adalah Allah SWT,” jelas Ustad Enjang.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Jihad dan kepemimpinan banyak sekali kaitannya karena pemimpin mempunyai kekuasaan untuk memberikan perintah/kebijakan.

“Mari laksanakan kebaikan di dalam bulan ramadhon ini dengan sebaik-baik nya, seperti yang pernah dilakukan pada jaman Rosulullah SAW, walaupun kita tidak bisa melakukan semua itu tetapi setidaknya kita bisa melaksanakan hal-hal yang terbaik,” pungkas Ustad Enjang. (Koramil 23/Cilongok)

BABINSA SEMEDO DAMPINGI BAZNAS CEK RTLH UNTUK DILAKUKAN BEDAH RUMAH

Pekuncen – Adalah Bpk Nursidi (78 th) warga Grumbul Karang Mangu Rt 03/03 Ds Semedo Kec Pekuncen yang memiliki rumah ukuran 7×7 sudah tidak layak hari dan tidak memiliki jamban serta kamar mandi.

“Saat ini, Bpk Nursidi tinggal berdua bersama istrinya  tetapi keduanya lumpuh karena jatuh dan tidak bisa berjalan, kemana-mana merangkak. Bpk Nursidi tidak punya pekerjaan dan tidak ada penghasilan karena tidak bisa bekerja (lumpuh). Anak-anak Bpk Nursidi sudah berkeluarga semua tetapi hidupnya pas-pasan,” jelas Babinsa Semedo Serka Joko Arif Nugroho.

“ Bpk Nursidi merupakan Veteran Pejuang Kemerdekaan masuk dalam Wajib Bela Umum (WBU) tahun 1950-1960 tetapi surat-surat pentingnya banyak yang hilang,” jelas Serka Joko.

                Mengetahui ada warganya yang mengalami kondisi seperti itu, Serda Joko segera melakukan pendataan untuk dilaporkan ke Komando atas. Salah satunya adalah berkordinasi dengan BAZNAS  melalui Bp Fauzi yang merupakan Ketua Unit Pengumpul Zakat serta Perangkat Desa Semedo untuk mengambil langkah penanganan bedah/benah rumah.

Saat ini, BABINSA Desa Semedo Serda Joko dan perangkat desa Semedo mengumpulkan persyaratan untuk pengajuan bantuan dari BAZNAZ.

BATUUD KORAMIL 16/RAWALO HADIRI RAKOR LINTAS SEKTORAL

Rawalo – Dalam Rangka kesiapan dan pengamanan menghadapi  Hari Raya Idul Fitri 1440 H/ Tahun 2019, Danramil 16/Rawalo Kapten Inf Joko P yang diwakili Batuud Peltu Kusnanto menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektoral yang bertempat di Aula Kecamatan Rawalo. Jumat (24/05/2019)

Sambutan Camat Rawalo R.M Koeshartono, M. Hum. Terimakasih telah hadir dalam acara rakor ini  dan untuk disampaikan kepada kami potensi kerawanan yang ada terkait dengan Arus Mudik  dan Arus  Balik pada  operasi ketupat 2019. Mudik merupakan agenda rutin setiap tahun dan kemacetan juga terjadi setiap tahun, untuk itu rakor seperti ini kami minta saran  masukan  dari peserta rakor  sehingga pelaksanaan Perayaan Hari Raya Idhul Fitri 1440 H/ TH. 2019 berjalan aman dan lancar.

Sambutan Danramil yang disampaikan oleh Batuud Peltu Kusnanto menyampaikan, marilah kita berikan pelayanan yang maksimal untuk masyarakat.

“Kami dari Koramil 16/Rawalo akan menempatkan personil di pos-pos pemantauan dan pengamanan arus mudik dan arus balik,” jelas Peltu Kusnanto. (Koramil 16/Rawalo)

KORAMIL 01/PURWOKERTO UTARA LAKUKAN JAMBANISASI

Purwokerto Utara – Kegiatan Karya Bakti “Jambanisasi” Koramil 01/Purwokerto Utara dilaksanakan di Desa Kelurahan Grendeng Kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas, Jumat (24/5/2019) ini merupakan program Kodim 0701/Banyumas, guna membantu masyarakat yang belum memiliki jamban.

Danramil 01/Purwokerto Utara Kapten Arh Sumarsono melalui Bamin Bhakti TNI Pelda Hidayat mengatakan, kegiatan Karya Bakti Jambanisasi dilaksanakan di rumah Bpk Kirno (65 th) RT 03 RW 08 Grumbul Karang Bawang Kel. Grendeng.

“Pengerjaan dilaksanakan secara bergotong royong dengan masyarakat Kel. Grendeng, bekerja membantu warga masyarakat yang belum memiliki jamban,” jelas Pelda Hidayat.

Pembuatan jamban untuk warga kurang mampu ini merupakan wujud kepedulian Kodim 0701/Banyumas, terhadap kondisi masyarakat di wilayah binaannya yang masih belum memiliki jamban. Karena kalau dibiarkan berlarut-larut tidak menggunakan jamban untuk BAB, maka akan berdampak terhadap kesehatan lingkungan dan masyarakat itu sendiri. Dengan adanya pembuatan jamban diharapkan sanitasi dapat lebih meningkat.

Pemilik rumah, Bpk Kirno sangat bersyukur dan mengucapkan terimakasih kasih kepada TNI yang telah membantu pembuatan jamban di rumahnya.

“Akhinya kami memiliki jamban yang layak yang memang sangat kami butuhkan,” ungkap Bpk Kirno. (Koramil 01/Purwokerto Utara)

ANGGOTA KORAMIL 14/GUMELAR IKUT LAKUKAN OPERASI MAKANAN DAN MINUMAN DI WILAYAH BINAAN

Gumelar – Jelang lebaran, Babinsa Koramil 14/Gumelar Serka Suteja, Kopka Sudarsono, Satpol PP Kec. Gumelar, Polsek Gumelar dan Puskesmas Gumelar melakukan operasi makanan dan minuman di komplek pasar Wage Desa Cihonje, Toko dan Mini Market di wilayah Kec. Gumelar Kab. Banyumas. Hasilnya, petugas menemukan jenis minuman (M 150) yang telah kadaluarsa dan rusak. Jumat (24/05/2019)

Satu per satu toko dan mini market di wilayah Kecamatan Gumelar disisir oleh petugas gabungan dari Koramil, Polsek, satuan polisi pamong praja serta Puskesmas Gumelar. Kedatangan mereka guna melakukan pengecekan makanan dan minuman tak layak konsumsi, yang diperjualbelikan di tempat tersebut.di pasar tradisional, petugas menemukan jenis minuman yang telah usai masa berlakunya atau expired.

Minuman tersebut kemudian diamankan oleh petugas dan para penjual tersebut diberikan himbauan agar lebih teliti dalam menjual dagangan mereka. Selain itu petugas juga menemukan banyak jajanan lebaran yang tidak berijin, sehingga petugas menyuruh para penjual untuk tidak memperjualbelikan makanan tersebut. Menurut para pedagang, makanan tersebut titipan dari seseorang yang biasa memproduksi makanan home industri. (Koramil 14/Gumelar)

PASITER CEK LOKASI TMMD SENGKUYUNG TAHAP II TA 2019

Banyumas – Pasiter Kodim 0701/Banyumas Kapten Inf P Putut Widodo beserta Bati Bhakti TNI Serka Heri didampingi Danramil 21/Lumbir Kapten Inf Hadi Suroso mengecek lokasi TMMD Sengkuyung Tahap II TA 2019 di Desa Dermaji Kec. Lumbir Kab. Banyumas. Kamis (23/05/2019)

            Bersama Kabid PE dan TTG Dinsospermas Oentung Sugiarto, S. Sos., M.Si dan Sekdes Desa Dermaji Harry Haryono dan Babinsa Desa Dermaji Serda Misto, meninjau lokasi jalan desa yang yang nantinya akan dibangun oleh tentara bersama masyarakat dalam TMMD Sengkuyung Tahap II TA 2019.

Langkah yang dilakukan Kapten Inf P Putut W ini untuk memastikan lokasi dan titik-titik mana saja yang akan menjadi sasaran fisik TMMD.

Di lokasi, Pasiter mengatakan ada beberapa sasaran fisik yang akan dikerjakan selama 30 hari pelaksanaan TMMD nanti.

“Untuk sasaran non fisik, kita akan mengadakan sosialisasi penyuluhan hukum, sosialisasi belanegara, wawasan kebangsaan, wanra dan empat pilar kebangsaan, sosialisasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibnas), sosialisasi penanggulangan bencana, olah raga, lingkungan hidup dan seni budaya, sosialisasi pendidikan, KB Kes, pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan dan perkebunan, serta sosialisasi kepada mahasiswa tentang nilai kebangsaan dan Bhinneka Tunggal Ika,” jelas Pasiter.

Kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap II TA 2019 ini merupakan kerjasama TNI dengan Pemerintahan Daerah (Pemda) Kabupaten Banyumas. “pungkas Pasiter. (Kodim 0701/Banyumas)

EFEKTIFKAN KOMSOS, BABINSA HADIRI BUKA PUASA BERSAMA DAN TARLING

Purwokerto Utara – Babinsa Sokanegara Koramil 01/Purwokerto Utara Serda Dariwan menghadiri Buka Puasa bersama dan Terawih keliling keluarga besar KPW Bank Indonesia Purwokerto dengan Sub BMPD jateng Banyumas, bertempat di lapangan tenis Bank BI Jln Ahmad Yani RT 03/12 Kel. Sokanegara Kec.Purwokerto Timur. Selasa (21/05/2019)

Dalam tausiah romadhon yang disampaikan oleh Ustad Drs H. Ahmad Khimi menyampaikan bahwa di bulan puasa Ramadhan 1440 H, setiap hari menjelang magrib setiap mulsim melaksanakan buka puasa dan bayak juga yang melaksanakan buka bersama (Bukber) dan malam ini kita sama sama melaksanakan Buka bersama di acara Buka bersama Bank BI Purwokerto .  

“Buka puasa bersama di bulan Ramadhan telah menjadi budaya Indonesia, semua kelompok dari lapisan masyarakat, mulai dari kelas atas, kelas menengah, dan kelas bawah, melakukan “bukber” di hotel maupun restoran sampai tiap masjid,” ujar Drs H Ahmad.

Ustad Ahmad juga menyampaikan bahwa yang sangat menarik, buka puasa bersama yang sering disingkat “bukber”, tidak hanya dihadiri dari kalangan Muslim yang berpuasa, tetapi juga yang tidak berpuasa dan bukan Muslim. 

Budaya buka puasa bersama sekaligus silaturrahim sangat baik. Setidaknya melalui medium buka puasa bersama di bulan Ramadhan mempunyai sepuluh hikmah atau manfaat.  

Pertama, menjalankan perintah silaturrahim sesuai yang tercantum di dalam Alqur’an Surat An-Nisa, ayat 1, yang artinya:

“Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”

Kedua, mendekatkan dan mengakrabkan hubungan antara satu dengan yang lain.

Ketiga, mencairkan hubungan yang tegang antara satu dengan yang lain. Karena perbedaan kepentingan terjadi perbedaan pendapat dan bahkan perselisihan. Melalui medium “bukber” bisa bertemu, hubungan menjadi cair dan baik kembali.

Keempat, membuka komunikasi dengan pihak lain, karena di dalam buka puasa bersama, tidak ada sekat atau pembatas. Semuanya bisa saling bersapa, duduk bersama sambil berbincang dan bukber.

Kelima, membangun hubungan baru dengan pihak lain yang mungkin hanya dengar, baca dan nonton di TV. Melalui bukber, bisa bertemu dan saling mengenal.

Keenam, memelihara hubungan silaturrahim antara satu dengan yang lain, karena selama sebelas bulan diluar bulan Ramadhan, tidak pernah bersilaturrahim karena kesibukan masing-masing.

Ketujuh, mempermudah rezeki. Kita sudah ketahui bahwa rezeki dari Allah, tetapi rezeki diperoleh dari interaksi dengan pihak lain, bisa melalui bisnis, pekerjaan, dan sebagainya.

Kedelapan, memperpanjang umur (usia).  Buka puasa bersama sambil bersilaturrahim, kita  bisa saling mendoakan, saling berbagi perasaan atau curhat, sehingga meredakan ketegangan psikis, karena sejenak melupakan persoalan yang dihadapi. Selain itu, bisa mendengar ceramah dari yang lebih berpengalaman dan banyak ilmu, sehingga memberi kecerahan dan harapan baru.  Dampaknya Allah memberi kesehatan pisik dan psikis, sehingga panjang umur.

Kesembilan, persatuan dan kesatuan dibangun melalui medium bukber. 

Kesepuluh, lahir ide-ide brilian melalui bukber, karena setiap bukber selalu diisi dengan ceramah dan dialog.

“Semoga kita bisa memanfaatkan momentum buka puasa bersama untuk meraih hikmah atau manfaat untuk membangun masyarakat, bangsa dan negara yang kita cintai ini,” pungkas Ustad Ahmad. (Koramil 01/Purwokerto Utara)

SINERGITAS TNI POLRI LAKUKAN PATROLI GABUNGAN

Lumbir – Anggota Koramil 20/ Lumbir bersama anggota Polsek Lumbir,Polsek Wangon, anggota Polres Banyumas melaksanakan Operasi gabungan periksaan kendaraan yang melintas  lewat jalur selatan di depan Polsek Lumbir. Selasa (21/05/2019)

Turut hadir dalam pemeriksaan kendaraan yaitu Kapolsek Lumbir AKP Zudi Parwata,  Danramil 20/Lumbir Kapten Inf Hadi Suroso, Gabungan anggota Polsek Lumbir, Polsek Wangon, Polsek Jatilawang , anggota Polres Banyumas serta anggota Koramil 20 Lumbir.

            “Dari hasil Pemeriksaan tidak ditemukan Bawaan/ Barang  yang dilarang,” jelas Kapten Inf Hadi Suroso. (Koramil 20/Lumbir)

KODIM 0701/BANYUMAS GELAR UPACARA PERINGATAN HARI KEBANGKITAN NASIONAL

Banyumas – Ws Pasipers Kodim 0701/Banyumas Kapten Inf Untung NA menjadi Inspektur upacara pada pelaksanaan upacara bendera dalam rangka Hari Kebangkitan Nasional ke-111 tahun 2019 yang digelar di Makodim 0728/Wonogiri, sedangkan Komandan Upacara dijabat oleh Kapten Arm Sugeng Supriyadi (Danramil 22/Karanglewas), Senin (20/5/2019).

            Sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Rudiantara yang dibacakan oleh Ws Pasipers Kodim 0701/Banyumas Kapten Inf Untung NA, bahwa dalam naskah Sumpah Palapa yang ditemukan pada Kitab Pararaton tertulis: Sira Gajah Madapatih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah Mada: “Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tañjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samanaisun amukti palapa”.

Memang ada banyak versi tafsiran atas teks tersebut, terutama tentang apa yang dimaksud dengan “amukti palapa”. Umumnya para ahli sepakat bahwa amukti palapa berarti sesuatu yang berkaitan dengan laku prihatin sang Mahapatih Gajah Mada. Artinya, ia tak akan menghentikan mati raga atau puasanya sebelum mempersatukan Nusantara. Sumpah Palapa tersebut merupakan embrio paling kuat bagi janin persatuan Indonesia. Peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang ke-111, 20 Mei 2019, kali ini sangat relevan jika dimaknai dengan teks Sumpah Palapa tersebut. Kita berada dalam situasi pasca-pesta demokrasi yang menguras energi dan emosi sebagian besar masyarakat kita.

Apalagi peringatan Hari Kebangkitan Nasional kali ini juga dilangsungkan dalam suasana bulan Ramadan Hingga pada akhirnya, pada ujung bulan Ramadan nanti, kita bisa seperti Mahapatih Gadjah Mada, mengakhiri puasa dengan hati dan lingkungan yang bersih. Dengan semua harapan tersebut, kiranya sangat relevan apabila peringatan Hari Kebangkitan Nasional, disematkan tema “Bangkit Untuk Bersatu”. Kita bangkit untuk kembali menjalin persatuan dan kesatuan dalam bingkai negara kesatuan Republik Indonesia.

Dengan bertumpu pada kekuatan jumlah sumber daya manusia dan populasi pasar, Indonesia diproyeksikan akan segera menjemput harkat dan martabat baru dalam aras ekonomi dunia. Bersama negara-negara besar lainnya seperti Tiongkok, Amerika Serikat, India, ekonomi Indonesia akan tumbuh menjadi sepuluh besar, bahkan lima besar dunia, dalam 10 sampai 30 tahun mendatang. Kuncinya terletak pada hasrat kita untuk tetap menjaga momentum dan iklim yang tenang untuk bekerja. Kita harus jaga agar suasana selalu kondusif penuh harmoni dan persatuan.

Kegiatan upacara memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-111 tahun 2019 diikuti oleh seluruh perwira staf dan Danramil serta anggota dan PNS Kodim 0701/Banyumas. (Kodim 0701/Banyumas)

DANRAMIL IKUTI UPACARA HARI KEBANGKITAN NASIONAL

Banyumas – Para Danramil jajaran Kodim 0701/Banyumas ikut menghadiri upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke 111 Tingkat Kabupaten Banyumas dengan tema “Bangkit Bersatu”, bertempat di Halaman Pendopo Sipanji Purwokerto. Senin (20/05/2019)

Turut hadir pada acara tersebut Dandim 0701/Banyumas Letkol Inf Candra, S.E., M.I.Pol beserta Danramil jajaran, Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudantara Salamun, S. IK, Forkompinda Banyumas, Wakil Ketua DPRD, Sekda dan Kepala OPD Banyumas. Sedang sebagai peserta upacara TNI, Polri, PNS, Korpri dan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda.

Amanat Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia yang dibacakan oleh Inspektur Upacara Wakil Bupati Banyumas Drs Sadewo Tri Lastiono bahwa dalam naskah Sumpah Palapa yang ditemukan pada kitab Pararaton tertulis : Sira Gajah Madapatih Amangkubhumi Tan Ayun Amuktia Palapa, Sira Gajah Mada “Lamun Huwus Kalah Nusantara Isun Amukti Palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tanjung Pura, ring haru,  ring pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, Samana Isun Amukti Palapa”.

“Memang ada banyak versi tafsiran atas teks tersebut, terutama tentang apa yang dimaksud dengan “Amukti Palapa” namun meski sampai saat ini masih belum diperoleh pengetahuan yang pasti, umumnya para ahli sepakat bahwa Amukti Palapa berarti sesuatu yang berkaitan dengan laku prihatin sang Mahapatih Gajah Mada. Artinya ia tak akan menghentikan mati raga atau puasnya sebelum mempersatukan nusantara,” lanjut Wakil Bupati.

Lebih lanjut dibacakan bahwa  Sumpah Palapa tersebut merupakan embrio paling kuat bagi janin persatuan Indonesia. Wilayah Nusantara yang disatukan oleh Gajah Mada telah menjadi acuan bagi perjuangan berat para pahlawan Nasional kita untuk mengikat wilayah Indonesia seperti yang secara de jure terwujud dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia saat ini.

“ Peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang ke 111, 20 Mei 2019, kali ini sangat relevan Jika dimaknai dengan teks Sumpah Palapa tersebut kita berada dalam situasi pasca pesta demokrasi yang menguras energi dan emosi Sebagian besar masyarakat kita kita mengapresiasikan pilihan yang berbeda-beda dalam pemilu, Namun semua pilihan pasti kita niatkan untuk kebaikan bangsa, oleh sebab itu tak ada maslahatnya jika dipertajam dan justru mengoyak persatuan sosial kita,” jelas Drs Sadewo.

 Telah  lebih satu abad kita menorehkan catatan penghormatan dan penghargaan atas kemajemukan bangsa yang ditandai dengan berdirinya organisasi Boedi Oetomo. Dalam kondisi kemajemukan bahasa, suku, agama, kebudayaan, ditingkah bentang geografis yang merupakan salah satu yang paling ekstrem di dunia, kita membuktikan bahwa mampu menjaga persatuan Sampai detik ini. Oleh sebab itu, tak diragukan lagi bahwa kita pasti akan mampu segera kembali bersatu dari kerenggangan perbedaan pendapat, dari keterbelahan sosial, dengan memikirkan kepentingan yang lebih luas bagi anak cucu bangsa ini, yaitu persatuan Indonesia.

“Bangsa ini adalah bangsa yang besar, yang telah mampu terus menghidupi semangat persatuannya selama berabad abad, kuncinya ada dalam dwilingga salin suwara berikut ini : gotong royong. Kita diminta merumuskan dasar negara Indonesia dalam pidato di hadapan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia, Bung Karno, menawarkan Pancasila yang berintikan lima asas. Namun bapak Proklamator Republik Indonesia tersebut juga memberikan pandangan bahwa jika nilai-nilai Pancasila tersebut diperas ke dalam tiga sila, bahkan satu, “sila” tunggal, maka yang menjadi inti, Core of The Core, adalah gotong royong,” pungkas Wakil Bupati. (Kodim 0701/Banyumas)